Apa Itu RTGS? - Pengertian, Biaya, & Perbedaannya dengan BI-Fast

Apa Itu RTGS? - Pengertian, Biaya, & Perbedaannya dengan BI-Fast

Dalam sistem perbankan modern, transfer dana antarbank tidak hanya dilakukan untuk kebutuhan sehari-hari, tetapi juga untuk transaksi bernilai besar yang menuntut kecepatan dan kepastian penyelesaian.

Oleh karena itu, terdapat beberapa mekanisme pembayaran yang digunakan sesuai dengan tujuan dan nominal transaksi.

Salah satu sistem yang memiliki peran penting dalam transaksi bernilai besar adalah RTGS. Sistem ini banyak digunakan oleh institusi keuangan, korporasi, dan pemerintah.

Artikel ini akan mengulas secara lengkap apa itu RTGS, perbedaannya dengan metode transfer lain, manfaat, kekurangan, karakteristik, hingga contoh transaksi RTGS.

Apa Itu RTGS?

Banyak orang yang bertanya-tanya apa yang dimaksud dengan transfer RTGS.

Perlu Anda ketahui, RTGS adalah singkatan dari Real-Time Gross Settlement. Jadi, pengertian RTGS adalah sistem penyelesaian transaksi pembayaran antarbank yang dilakukan secara real-time dan bruto.

Real-time berarti transaksi diproses dan diselesaikan saat itu juga, sedangkan bruto berarti setiap transaksi diproses satu per satu tanpa digabungkan atau dikompensasikan dengan transaksi lainnya.

Di Indonesia, sistem RTGS diselenggarakan oleh Bank Indonesia sebagai bagian dari infrastruktur sistem pembayaran nasional untuk transaksi bernilai besar.

RTGS dirancang untuk memberikan kepastian penyelesaian transaksi atau settlement finality, sehingga transaksi yang sudah diproses tidak dapat dibatalkan.

Ketika Anda melakukan transfer RTGS, bank pengirim akan meneruskan instruksi pembayaran ke sistem RTGS, kemudian sistem akan memproses dan menyelesaikan transaksi secara individual.

Setelah transaksi selesai di sistem RTGS, dana akan diteruskan ke bank penerima untuk kemudian dibukukan ke rekening tujuan sesuai dengan proses internal bank penerima.

Karena karakteristiknya tersebut, transfer RTGS umumnya digunakan untuk transaksi dengan nominal besar atau transaksi yang membutuhkan kepastian penyelesaian pada hari yang sama.

Perbedaan RTGS dengan BI-Fast, Kliring, dan Real Time

Dalam praktik perbankan, RTGS bukan satu-satunya metode transfer antarbank. Terdapat juga BI-Fast, kliring, dan transfer real time online. Masing-masing memiliki fungsi dan karakteristik yang berbeda.

Berikut perbandingan RTGS dengan metode transfer lainnya:

Aspek

RTGS

BI-Fast

Kliring

Real Time Online

Tujuan utama

Transaksi bernilai besar dengan settlement final

Transfer ritel instan

Transfer ritel batch

Transfer instan antarbank

Waktu penyelesaian

Real-time pada sistem

Real-time

Tidak real-time, berbasis batch

Real-time

Biaya

Relatif tinggi, sekitar Rp25.000–Rp30.000

Rendah, maksimal Rp2.500

Rendah, sekitar Rp2.900

Variatif, umumnya Rp6.500

Batas nominal

Direkomendasikan untuk nominal besar, biasanya di atas Rp100 juta

Hingga Rp250 juta per transaksi

Nominal kecil hingga menengah

Tergantung kebijakan bank

Jam operasional

Mengikuti jam operasional RTGS

24 jam sehari

Jam kerja tertentu

Umumnya 24 jam, tergantung sistem bank

Sifat transaksi

Final dan tidak dapat dibatalkan

Final

Final setelah kliring

Final

Dari tabel tersebut, dapat disimpulkan bahwa perbedaan utama terletak pada nilai transaksi, biaya, dan waktu operasional.

RTGS paling sesuai untuk transaksi bernilai besar yang membutuhkan kepastian penyelesaian cepat, sedangkan BI-Fast dan real time online lebih cocok untuk transaksi ritel. 

Sementara itu, kliring digunakan untuk transaksi dengan biaya rendah namun tidak mendesak.

Baca juga: Apa Itu Bulk Transfer? Solusi Efisien Kirim Dana Massal untuk Bisnis 

Manfaat RTGS

RTGS dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan transaksi bernilai besar dan kritikal. Berikut beberapa manfaat utama RTGS.

1. Kepastian Penyelesaian Transaksi

Setiap transaksi RTGS diproses secara individual dan bersifat final. Setelah transaksi diselesaikan di sistem, transaksi tersebut tidak dapat dibatalkan. Hal ini memberikan kepastian hukum dan finansial bagi pihak pengirim dan penerima.

2. Cocok untuk Transaksi Bernilai Besar

RTGS dirancang khusus untuk menangani transaksi bernilai besar, seperti pembayaran antarbank, transaksi korporasi, atau setelmen surat berharga.

Sistem ini mampu memproses transaksi dengan nominal sangat tinggi tanpa harus menunggu proses penggabungan.

3. Mengurangi Risiko Sistemik

Dengan penyelesaian transaksi secara real-time dan bruto, RTGS membantu mengurangi risiko gagal bayar dan risiko penyelesaian dalam sistem keuangan. Hal ini penting untuk menjaga stabilitas sistem pembayaran nasional.

4. Mendukung Aktivitas Ekonomi Skala Besar

RTGS berperan penting dalam mendukung aktivitas ekonomi skala besar, termasuk transaksi pemerintah, operasi pasar keuangan, dan pembayaran korporasi, yang memerlukan kecepatan dan kepastian.

Kekurangan RTGS

Meskipun memiliki banyak keunggulan, RTGS juga memiliki beberapa keterbatasan yang perlu Anda pertimbangkan.

1. Biaya Transaksi Relatif Tinggi

Dibandingkan dengan BI-Fast atau kliring, biaya transfer RTGS tergolong lebih mahal. Umumnya, bank mengenakan biaya antara Rp25.000 hingga Rp30.000 per transaksi, sehingga kurang efisien untuk transfer dengan nominal kecil.

2. Tidak Beroperasi Penuh selama 24 Jam

Layanan RTGS mengikuti jam operasional yang ditetapkan. Jika instruksi transfer dilakukan di luar jam operasional atau melewati batas waktu tertentu, transaksi akan diproses pada hari kerja berikutnya.

3. Kurang Cocok untuk Transaksi Ritel

Karena biaya dan mekanismenya, RTGS tidak ideal untuk transaksi harian dengan nominal kecil atau menengah. Untuk kebutuhan tersebut, metode lain seperti BI-Fast lebih efisien.

Karakteristik RTGS

RTGS memiliki karakteristik khusus yang membedakannya dari sistem pembayaran lainnya. Berikut penjelasannya.

1. Biaya Transfer RTGS

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, biaya transfer RTGS yang dibebankan kepada nasabah umumnya berada di kisaran Rp25.000 hingga Rp30.000 per transaksi.

Bank Indonesia sendiri hanya menetapkan batas maksimum biaya yang dapat dikenakan kepada nasabah, sementara besaran pastinya ditentukan oleh kebijakan masing-masing bank dan kanal transaksi yang digunakan.

2. Durasi Transfer RTGS Masuk

Berapa lama transfer RTGS masuk? Pada level sistem, penyelesaian RTGS dilakukan secara real-time.

Namun, dana baru akan terlihat masuk ke rekening penerima setelah bank penerima melakukan proses pembukuan internal.

Dalam praktiknya, transfer RTGS yang dilakukan sebelum batas waktu operasional biasanya akan masuk pada hari yang sama, sering kali dalam hitungan beberapa jam.

3. Limit Transaksi RTGS

RTGS ditujukan untuk transaksi bernilai besar. Lantas, transfer RTGS maksimal berapa? Secara umum, RTGS digunakan untuk transfer dengan nominal di atas Rp100.000.000. 

Tidak ada batas maksimum nasional yang seragam, karena limit maksimum dapat ditentukan oleh kebijakan internal masing-masing bank.

Baca juga: 9 Alat & Cara Sistem Pembayaran Perdagangan Internasional 

Cara Kerja dan Sistematika RTGS

Untuk memahami RTGS secara menyeluruh, penting bagi Anda mengetahui alur kerjanya dari awal hingga dana benar-benar diterima oleh pihak tujuan.

Proses RTGS dirancang untuk memastikan setiap transaksi bernilai besar dapat diselesaikan secara cepat, aman, dan memiliki kepastian hukum.

Berikut tahapan umum cara kerja RTGS.

1. Inisiasi Transaksi

Proses RTGS dimulai ketika nasabah individu atau perusahaan mengajukan instruksi transfer melalui kanal resmi bank, seperti internet banking, mobile banking, atau teller di kantor cabang.

Pada tahap ini, nasabah wajib mengisi data transaksi secara lengkap, meliputi nominal transfer, rekening tujuan, nama penerima, serta bank penerima.

Karena RTGS umumnya digunakan untuk transaksi bernilai besar, bank juga dapat meminta dokumen pendukung tertentu, khususnya untuk transaksi korporasi.

2. Verifikasi oleh Bank Pengirim

Setelah instruksi diterima, bank pengirim akan melakukan verifikasi menyeluruh. Verifikasi ini mencakup pemeriksaan identitas nasabah, validitas data penerima, serta kecukupan dana pada rekening pengirim.

Bank juga memastikan bahwa transaksi mematuhi ketentuan internal, regulasi, dan prinsip kehati-hatian.

Apabila seluruh persyaratan telah terpenuhi, bank pengirim akan meneruskan instruksi tersebut ke sistem RTGS.

3. Proses di Sistem RTGS

Instruksi pembayaran yang telah diverifikasi kemudian diproses di sistem RTGS yang diselenggarakan oleh Bank Indonesia. Pada tahap ini, transaksi diproses secara bruto dan real-time.

Dana akan langsung didebit dari rekening bank pengirim dan dikreditkan ke rekening bank penerima pada sistem Bank Indonesia. Penyelesaian pada tahap ini bersifat final dan tidak dapat dibatalkan.

4. Pembukuan di Bank Penerima

Tahap terakhir adalah pembukuan dana oleh bank penerima ke rekening nasabah tujuan. Proses ini mengikuti prosedur internal masing-masing bank.

Walaupun penyelesaian di sistem RTGS berlangsung real-time, waktu dana terlihat masuk ke rekening penerima dapat bergantung pada sistem operasional bank penerima.

Dalam praktiknya, pembukuan biasanya dilakukan pada hari yang sama selama transaksi dilakukan dalam jam operasional RTGS.

Contoh Transaksi RTGS

Contoh transaksi RTGS biasanya kerap ditemui dalam transaksi bisnis. Misalnya, sebuah perusahaan properti harus melakukan pembayaran tahap akhir proyek kepada kontraktor senilai Rp150 miliar.

Karena nilai transaksi sangat besar dan memerlukan kepastian penyelesaian pada hari yang sama, perusahaan tersebut menggunakan transfer RTGS.

Perusahaan menginstruksikan transfer melalui bank pengirim sebelum batas waktu operasional RTGS. Setelah diverifikasi, transaksi diproses di sistem RTGS dan diselesaikan secara real-time.

Bank penerima kemudian membukukan dana tersebut ke rekening kontraktor pada hari yang sama.

Dengan demikian, kedua belah pihak memperoleh kepastian pembayaran tanpa menunggu proses kliring.

RTGS merupakan sistem pembayaran yang dirancang khusus untuk transaksi bernilai besar dengan tingkat kepastian dan keamanan tinggi.

Dengan penyelesaian real-time dan sifat transaksi yang final, RTGS menjadi pilihan utama bagi institusi keuangan, korporasi, dan pemerintah.

Namun, di luar kebutuhan transfer bernilai besar seperti RTGS, bisnis juga perlu mengelola arus pembayaran masuk dan keluar secara lebih terstruktur dan efisien.

Business owner perlu memastikan proses penerimaan pembayaran, payout ke mitra atau merchant, serta pengelolaan arus dana berjalan efisien tanpa menambah kompleksitas operasional.

Tanpa sistem yang tepat, monitoring transaksi, efisiensi biaya, hingga skalabilitas operasional bisa menjadi tantangan.

Karena itu, banyak bisnis mulai melengkapi sistem transfer bernilai besar seperti RTGS dengan platform pengelolaan pembayaran yang lebih terintegrasi.

Di sinilah peran Pivot Payment Gateway menjadi pelengkap strategi pembayaran bisnis sehari-hari.

Pivot dirancang untuk membantu bisnis menyederhanakan pengelolaan payout skala besar, meningkatkan visibilitas transaksi secara real-time, serta menghubungkan proses pembayaran langsung dengan operasional melalui sistem yang terintegrasi.

Dengan Pivot, Anda mendapatkan:

  • Dukungan lebih dari 25 metode pembayaran lokal dan internasional
  • Payout instan 24/7 ke ratusan bank di Indonesia, termasuk akhir pekan dan hari libur
  • Sistem yang aman, patuh regulasi, serta didukung tim customer success yang responsif
  • Integrasi cepat melalui API atau low-code solution yang fleksibel

Ingin sistem pembayaran yang tidak menghambat pertumbuhan bisnis Anda? Gunakan Pivot sekarang dan mulai bangun ekosistem pembayaran yang lebih efisien, aman, dan siap tumbuh bersama bisnis Anda.

FAQ

Apakah saya bisa menerima pembayaran selain Rupiah (IDR)?

Ya, platform kami mendukung multi-currency. Anda bisa menerima pembayaran dalam USD, SGD, dan berbagai mata uang utama lainnya. Konversi akan dilakukan otomatis sesuai rate yang berlaku.

Bagaimana proses refund untuk metode pembayaran yang berbeda?

Refund dapat diproses langsung melalui dashboard Anda. Untuk pembayaran kartu kredit, dana akan kembali ke limit kartu dalam 7-14 hari kerja. Untuk e-wallet, dana biasanya kembali instan atau maksimal 1x24 jam.

Apakah payment gateway ini sudah berlisensi resmi?

Tentu saja. Kami diawasi penuh oleh Bank Indonesia dan telah memenuhi standar keamanan internasional PCI-DSS Level 1 untuk menjamin keamanan setiap transaksi.

Berapa lama proses settlement dana ke rekening saya?

Standar settlement kami adalah H+1 hari kerja. Transaksi hari ini akan masuk ke rekening bank Anda besoknya (kecuali hari libur/tanggal merah).

Scale Up Banner